
Takalar Sulsel //Likeberita.News – Salah satu Proyek pengaspalan dan talud jalan saat ini menjadi pembicaraan dikalangan masyarakat, menyajikan infrastruktur kurang berkualitas. Menjadi sorotan pekerjaan yang diduga asal jadi pekerjaan pengaspalan di takalar “ Panrannuangku”. Hal ini kembali diperbincangkan sejumlah kalangan pemerhati pembangunan Kabupaten Takalar disalah satu warkop., Minggu 19 November 2023.
Suasana adu gagasan nampak berjalan ada menyalahkan kontraktor pelaksana dan sebagian lagi menyebut Dinas PUPR kurang dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan. Hingga menyebabkan pekerjaan proyek tersebut diduga tidak berkualitas pembangunan tersebut berlokasi di jalan poros Desa Lakatong – kelurahan Mangadu Kecamatan Mangarabombang kabupaten takalar anggaran Tahun 2023.

DPP Tim Investigasi ELHAN-Ri Husaini saat berkunjung di proyek tersebut menilai pekerjaan tidak berkualitas di antaranya pemasangan pondasi bahu jalan dianggap tidak sesuai dengan RAB. Saat dilakukan pengukuran lebar pondasi dengan ketinggian rata-rata 70cm, bagian atas lebar 30 cm sedangkan lebar bagian bawah bervariasi ada 15cm, 20cm, 25cm, 30cm, 35cm maupun menggunakan batu gunung ukunran kecil.
Salah satu pekerja (tukang) saat dikonfirmasi mengenai ukuran membenarkan bahwa ketinggian menyesuaikan ketinggian badan jalan dengan rata-rata pemasangan pondasi ketinggian 70cm, pondasi lebar bagian atas 30cm, pondasi lebar bagian bawah 40cm, sedangkan campuran menggunakan ukuran 3 (tiga) banding 1 (satu).

Selain itu, tidak ditemukan papan proyek lokasi pekerjaan pengaspalan jalan yang menggunakan anggaran miliaran tersebut. Sementara Diketahui tertuang dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan mencantumkan jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya.

Ditempat terpisah dilakukan konfirmasi berinsial (AM) salah satu pengawas dan penanggung jawab pekerja pengaspalan tersebut saat memantau pekerjaan di jalan poros Cikoang – Laikang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar membenarkan bahwa telah di lakukan pekerjaan pengaspalan maupun pembuatan Talud Jalan. Terkait pekerjaan sudah di laksanakan sekitar 2 minggu tetapi papan proyek masih menunggu dari pihak PU sehingga papan tersebut belum dipasang sampai sekarang. Terkhusus bagian pondasi badan jalan ketinggian disesuaikan medan jalan sehingga ketinggian bervariasi, tetapi lebar pemasangan pondasi bagian atas 30cm, pondasi bagian bawah 40cm, dan campuran yang digunakan adalah 4 (empat) banding (1) pasir/semen.

“Ketua Umum Lembaga Elang Hitam Nusantara Republik Indonesia (ELHAN-Ri) , Mirwan,S.H. menanggapi sesuai hasil investigasi tim dilapangan ELHAN-Ri, bahwa pelaksanaan kegiatan pengaspalan jalanan di desa lakatong kecamatan mangarabombang kabupaten takalar menggunakan anggaran miliaran tersebut Jangan sampai merugikan keuangan negara.” ujar mirwan.
Jadi inti proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah itu harus memang benar -benar dikerjakan sesuai dengan standard kelayakan, jangan hanya mementingkan hasil tetapi pekerjaannya berantakan dan asal jadi saja sehingga membuat ketahanan pekerjaan tidak akan bertahan lama karena tidak sesuai RAB yang telah ditentukan. (Tim)
Bersambung…..



Tinggalkan komentar