
Takalar//Likeberita.News – Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar Komisariat Universitas Negeri Makassar (Hipermata Kom. UNM) mengadakan kegiatan Bazar dan Dialog Public di Famoust Cafe dengan mengangkat tema “Partisipasi Politik Pemuda dalam Masyarakat”. Alhamdulillah kegiatan ini di support langsung oleh Kakanda Komisioner KPU dan Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar.
Kegiatan ini mengundang pemateri luar biasa dari jajaran KPU, Ketua IMM Cab. Takalar, dan Sekretaris Jendral PB-HIPERMATA. Pembukaan kegiatan dimulai pukul 20.00 Wita. Kegiatan ini berlangsung di salah satu cafe yang ada di Kabupaten Takalar yaitu Famoust Cafe. Sasaran kegiatan ini yaitu masyarakat umum, terutama Pemuda Milenial. Kegiatan ini membahas bagaimana partisipasi dan keterlibatan pemuda dalam proses demokrasi.
Komisioner KPU, Kakanda Muh. Ridwan Tate, S.H menyampaikan keterlibatan pemuda dalam berdemokrasi.
“Seorang dikatakan pemuda jika mereka berusia 17-31 tahun. Pemuda dilihat dari perkembangan fisiknya, psikis, dan emosionalnya. Kalau ada pemuda yang hanya tidur maka itu adalah pemuda yang menyusahkan orang tua. Pemuda-pemudi yang baik adalah pemuda yang bergerak. Pemuda itu harus energik, harus memiliki kekuatan. Saya tidak pernah membayangkan diri saya sebagai Komisioner KPU, tapi saya adalah pemuda yang berusaha menembus zona nyaman. Peradaban yang sesungguhnya adalah bagaimana kita bermanfaat bagi lingkungan sosial. Keterlibatan Pemuda adalah ketika anda banyak mengkritik pemimpin, maka pemilu memberikan wadah untuk menyuarakan piliha. Negara menghadirkan yang namanya pemilu agar semua dapat bermusyawarah secara mufakat.” Ucap Kakanda Ridwan Tate, S.H (15/12/2023).

Dilanjutkan oleh Ketua IMM Cab. Takalar, menyampaikan keterlibatan pemuda dalam politik dan administrasi adalah tanggung jawab yang melekat sejak dini. Usia tidak menjadi batasan, namun, keterlibatan berbasis pengabdian dan pilihan yang tepat menjadi kunci untuk membangun perubahan positif.
“Kita sudah terlibat pada dunia politik sejak dari lahir. Kenapa seperti itu karena Politik itu tidak bisa dipisahkan dari administrasi. Pemuda yang berusia sudah 17 tahun sudah wajib untuk ikut pemilihan umum. Kalau anda tidak menggunakan hak pilih anda, anda termasuk pemuda yang apatis. Karena pemuda hari ini harus bisa menentukan pilihannya sendiri. Secara total nasional Pemilih Pemuda mencapai 45% dari total keselurahan jumlah pemilih tetap. Maka keterlibatan pemuda itu sangat penting. Jika pemuda hari ini apatis, maka 50% suara pemilu akan hilang. Pemuda apatis biasanya karena katanya terganggu tidur siangku, dan alasan alasan lainnya yang menyebabkan mereka tidak ikut berkontribusi dalam pemilihan umum.” Ucap Kakanda Reskiawan
Menyambung pembahasan pemateri sebelumnya, Sekretaris Jenderal PB-HIPERMATA, menggaris bawahi esensi integritas dalam keterlibatan politik pemuda. Diskusi tentang independensi dan peran dalam memilih pemimpin memunculkan kesadaran akan tanggung jawab serta hak-hak yang tersemat dalam proses pemilihan.
“Karena saya sebagai Sekretaris Jendral PB-HIPERMATA, maka saya lebih membahas terkait kaderisasi di HIPERMATA yang merupakan pemuda yang harus berkontribusi untuk daerah. Sebagai organisasi kedaerahan, tentu sifatnya independen. Independen yang dimaksud adalah dimana kemudian seorang kader hipermata harus sesuai dengan apa yang diucapkan dan apa yang dia lakukan itulah yang dimaksud integritas. Ada hak sebagai pemuda dalam menentukan pendapat.” Ucap Kakanda Taufiq
Dalam suasana yang mengedepankan wacana baru, audiensi menggambarkan keprihatinan terhadap kurangnya kepercayaan terhadap partai politik dan kelemahan dalam sistem demokrasi. Penekanan pada kritik atas partai politik yang kurang selektif dalam menentukan calon pemimpin menjadi sorotan utama.
Di tengah evaluasi ini, Komisioner KPU menyerukan pentingnya peran aktif dan netralitas dalam pemilihan. “Yg dimaksud netral bukan tidak memiliki hal pilih. Anda datang ke TPS bukan karena anda sudah di setir tetapi berdasarkan kesadaran politik anda, bahwa anda bisa menentukan pemimpin anda sendiri bukan karena adanya pembagian dana APBD yang dilakukan oleh kepala desa, bupati dan pemimpin lainnya.” Jawab Ridwan Tate, S.H
Kegiatan dialog ditutup oleh statement pemateri.
“Pada tanggal 14 Februari, hari kasih sayang, mari kita ingat bahwa kasih sayang adalah tentang memberi dan menerima. Mari kita bersama-sama menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan suara kita demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Dalam waktu 5 menit, kita dapat menentukan arah nasib kita selama 5 tahun ke depan. Keterlibatan kita sangatlah penting, karena apa yang kita perjuangkan hari ini adalah untuk kepentingan kita bersama.”-Closing Statement Kakanda Komisioner KPU, Ridwan Tate, S.H.
“Aries Toteles menyatakan bahwa hal-hal yang kita diskusikan hari ini seharusnya diwujudkan. Kecerdasan kita tidak bermanfaat jika hanya tinggal di dalam pikiran tanpa tindakan konkret.” -Closing Statement Kakanda Ketua IMM, Reskiawan. M.
“Apa yg kita bahas hari ini, yang ada di dalam pikiran kita harus diaktualisasikan, secerdas apapun diri kita jika hanya di dalam pikiran maka itu tidak ada gunanya. Kebahagiaan bukan tentang pacar, jabatan, melainkan dengan ilmu.” -Closing Statement Kakanda Sekretaris Jendral, Taufiq.



Tinggalkan komentar