
Makassar || LIKEBERITA NEWS – Rangkaian kegiatan Doa Syukuran Lintas Agama telah usai 30 Januari 2024 , Pukul 22 : 30 Wita . Namun, catatan evaluasi laporan pertanggung jawab panitia Doa Syukuran Lintas Agama seperti benang kusut yang susa terurai . Hal itu yang membuat para donatur”bertanya ada apa sampai terjadi demikian ? Sehingga secarik kertas “Nota Kontan” biaya pengeluaran kegiatan belum mampu diperlihatkan oleh sekertaris panitia yang “diandalkan oleh Pius Nalang ” .
Informasi tentang benang kusut yang susa terurai tersebut sudah diketahui oleh donatur dana usai panitia melakukan evaluasi kegiatan panitia Doa Syukuran Lintas Agama di Kafe IDI, Makassar Sulawesi Selatan, 4 Perbuhari 2024.
Mendengar hal tersebut , mereka sepertinya” kesal” dan akan “berpikir ulang untuk membantu dana “. Karena merasa tidak masuk ahkal dana yang seharusnya “dipegang oleh Bendahara ” tapi “dipindah paksakan kepada sekertaris panitia “, hal itulah yang membuat mereka tidak mengerti karena tidak lasim dipake di organisasi lain yang menjalankan sistim organisasi dengan benar .
Keterkaitan dengan benang kusut yang susa terurai tersebut tim investigasi menelusuri untuk mencari tahu tentang penyebabnya . Informasi yang diperoleh bahwa dana tersebut “dikuasai ” oleh “Sekertaris Panitia Doa Syukuran Lintas Agama 2024 “atas “perintah Pius Nalang ” dan “pesan yang disampaikan tidak boleh kucurkan dana “jika tak ada perintah dari Pius Nalang “. Dan hal itu dibenarkan oleh sejumlah pengurus panitia .
Informasi A satu yang diperoleh oleh tim investigasi dari beberapa sumber bahwa “Pius Nalang selalu geretak “dengan hak priorigatifnya sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur Sulawesi Selatan .
Sehubungan dengan hal tersebut sejumlah warga NTT di Makassar yang ditemui dikediaman mereka masing – masing . Mendengar hal tersebut mereka kaget melihat sikap
Pius Nalang yang demikian.
Menurut mereka , Pius Nalang tidak perlu menyampaikan hal yang demikian karena terkesan ” arogansi ” .
Dan mereka mengharapkan Pius Nalang harus bisa bedakan cara memimpin di sebuah perusahan dan di organisasi . Kalo di perusahan sesukanya pemiliknya melakukan tapi di organisasi harus bermusyawarah ,” begitu ujar mereka . Dan mereka mengingatkan kepada Pius Nalang ” jangan terlalu arogansi” , sedikit – sedikit hak priorigatif” , sedikit – -sedikit hak priorigratif memang organisasi ini dalam keadaan darurat ?”.
Sementara sejumlah mantan pengurus KKB NTT , mereka mengingatkan kepada Pius Nalang bahwa dalam memberi keputusan ” jangan ego tapi harus mengedepankan musyawarah “. Bicaralah yang baik dengan ketua yang lain sehingga mereka merasa dihargai yang bukan tugas Pius Nalang jangan ambil alih serakan kepada ketua yang membidangnya sehingga sistim dapat berjalan sesuai dengan poksi masing – masing dan jika terlalu jauh intervensi bisa saja terjadi pengunduran pengurus KKB NTT secara massal,” begitu kata mereka .
Melihat “sikap Pius Nalang” yang demikian sejumlah pengurus Organda asal NTT di Makassar menilai “Pius Nalang belum cakap berorganisasi “. Karena menempatkan orang – orang tidak sesuai dengan poksinya masing – masing tapi berdasarkan keinginan Pius Nalang “. Hal itu yang membuat sejumlah pengurus organda asal NTT di Makassar kesal .
Dari hal tersebut tim investigasi beranjak dan menelusuri untuk mencari tahu tentang laporan pertanggung jawabpan panitia .
Maka tim investigasi merapat ke Kafe IDI , 4 Perbuhari 2024 ,Minggu sore ternyata benar ada pertemuan di kafe tersebut .
Terlihat suasana tidak seperti biasanya tapi penuh dengan ketegangan , intonasi suara peserta selalu tinggi . Peserta rapat “saling membanta pembicaraan Pius Nalang” karena tidak masuk ahkal dan terkesan “membela sekertaris panitia” yang belum mampu menunjuk secarik kertas Nota Kontan” bukti dari pengeluaran dana kegiatan tersebut .
Melihat hal yang demikian dan ditamba Pius Nalang Pasang Badan” dan “bela mati – matian” terhadap Sekertaris . Hal itu yang menjadi pemicunya yang membuat peserta rapat marah besar . Ditamba Pius Nalang selalu omong sudah baik ! Sudah baik ! Apa yang baik nya ,” kata peserta rapat dengan nada sinis “. Tambah marah lagi “suka memotong pembicaraan “hanya untuk “membela sekertaris panitia” dengan alasan sudah waktu !! Sudah waktu !!
Mendengar hal itu, peserta rapat yang bertubuh langsing pukul meja ” Pius Nalang Kaget” dan kelihatan “wajahnya mamerah seperti ketakutan” .
Akibat dari hal tersebut beberapa senior menenangkan suasana dan memohon kepada peserta tersebut agar bisa menahan diri dan evulasi kembali berlangsung dan kesimpulannya belum tahu hingga pertemuan bubar, apakah lapor pertanggung jawab panitia diterima atau di tolak , ahkirnya mereka pulang dengan kecewa.
Melihat hal yang demikian pria tersebut balik kanan dengan kecewa, “melihat tingkah Pius Nalang yang kurang cakap dalam berorganisasi ” dan menjadi bahan pembicara sejumlah panitia .
Sementara seksi acara yang dikordinir oleh Marta Dasilva mendapat pujian karena semua pengeluarnya dilengkapi dengan bukti – bukti yang kuat yakni punya nota kontan .
Oleh karena itu perlu kita memberi acung jempol kepada wanita yang lincah dan gesit ini karena dapat menjadi panutan terhadap laporan pertanggung jawab yang baik dan benar.(F.kato)



Tinggalkan komentar